Opini Share articles in social media :
 

Kapan Kampanye Lewat Internet dimulai?

Photo
 
( Ilustrasi gambar : Yoanna Munir )

POL Publikasi Online - Bekasi, 20 Desember 2018
Tiga bulan masa kampanye dimulai, poster dan spanduk para Caleg dan Parpol peserta Pemilu sudah merebak mewarnai jalan besar sampai jalan lingkungan. Pemandangan yang tak sedap ini masih harus ditambah dengan pertanyaan sejauh mana manfaat yang diperoleh dalam mencapai tujuan pengenalan diri para Caleg pada masyarakat calon pemilih mereka. Apakah biaya yang dikeluarkan untuk poster dan spanduk ini akan berhasil sebanding dengan hasilnya nanti.

Di era tekhnologi informasi internet ini masih belum terlihat banyak calon anggota legislatif yang menggunakannya sebagai media kampanye. Kalau spanduk dan poster hanya bisa memberi informasi yang sangat terbatas tentang para Caleg, hanya Nama, foto, parpol dan daerah pemilihan. Sebenarnya dengan menggunakan media internet, para Caleg akan dapat lebih luas dan lebih sempurna memperkenalkan diri mereka. Di dalam web mereka dapat mengungkapkan track record mereka dengan lengkap, gambaran tentang kehidupan pribadi dan keluarga serta informasi lainnya yang diangap perlu untuk menarik simpati masyarakat pemilih.
Masalah yang dihadapi dalam penggunaan internet sebagai media kampanye memang masih cukup rumit. Para calon anggota legislatif sendiri belum tentu akrab dengan penggunaan internet sehingga minat untuk menggunakannya pun sangat minim. Hal kedua adalah kondisi masyarakat yang secara umum masih mnim penggunaan media internetnya. Sehingga menggunakan internet sebagai media kampanye masih diliputi rasa pessimis.

Tapi alangkah sayangnya bila kita tidak memanfaatkan perkembangan teknologi informasi ini. Dengan biaya relative tidsak terlalu mahal, (dengan Rp. 5 juta rupiah sekelompok Caleg berjumlah 5 sampai dengan 10 orang dari Parpol yang sama disebuah daerah tingkat dua misalnya sudah bisa membuat sebuah website yang tayang selama masa kampanye bahkan sampai 1 (satu) tahun. Masing masing anggota hanya perlu membuat kartu nama berisi alamat domain internet mereka serta membagikannya kepada masyarakat di Dapil masing masing serta menghimbau masyarakat untuk memantau web tersebut yang dapat dilakukan cukup melalui handphone android mereka.

Bangsa ini sedang bergerak maju dalam penggunaan Teknologi informasi digital atau internet. Banyak layanan masyarakat yang diselenggarakan oleh pemerintah sudah melalui internet. Misalnya pelayanan keseharan oleh JKN/KIS, pelayanan informasi kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), pendaftaran sekolah dan ujian oleh departemen pendidikan, pengurusan dokumen kendaraan bermotor oleh kepolisian dan dinas pendapatan daerah sampai dengan kebiasaan untuk berbelanja online yang sedang menjadi trend.

Alangkah sayangnya bila calon pemimpin yang pasti memiliki kemampuan secara finansial dan intelektual tidak memanfaatkan internet dalam lingkup kegiatan mereka. Mereka seharusnya menjadi trigger dalam sosialsisasi penggunaan internet dalam kehidupan. Tidak hanya menggunakan media sosial seperti Facebook, twitter, instagram, linkedin dan lain lain.
Fakta sudah menunjukkan, bahwa dengan tekhnologi digital banyak hal yang bisa dihemat karena effisensi waktu dan tenaga yang sudah sangat jelas. Bukanlah sebuah mimpi bila pada Pemilu mendatang tahun 2024 pencoblosan di "kotak suara" sudah menggunakan system digital atau internet.Tinggal mendidik kader - kader pelaksana yang berdedikasi tinggi, jujur dan berintegritas, serta punya rasa nasionalisme yang tinggi.
Jayalah Negeri dan Bangsaku !!!!!!..

   
Penulis : Drs. Rudy Marodjahan Saragi
Jabatan : Pemimpin Redaksi
Sumber :