Pendidikan Share articles in social media :
 

Sifat Tawadhu

Photo
 
Ilustrasi

POL Publikasi Online - Minggu, 15 Desember 2019
Di tengah perjalanan malamnya, Abu Yazid al-Bisthami bertemu dengan seekor anjing. Dengan sigap, diangkatlah gamisnya, dengan maksud agar tidak terkena najisnya. Spontan anjing tersebut berhenti dan memandang Abu Yazid. Atas kuasa Allah, Abu Yazid mendengar anjing tersebut berbicara, kepadanya :"Wahai Yazid, tubuhku ini kering, tidak akan menimbulkan najis kepadamu. Jika pun terkena najisku, engkau tinggal membasuhnya 7x, dengan air dan tanah. Maka najisku akan hilang, namun jika engkau angkat gamismu, karena berbaju manusia, merasa lebih mulia dan menganggap aku hina, maka najis di dalam hatimu, tidak akan mampu terhapus, walaupun kau bersihkan dengan air dari 7 samudera."

Abu Yazid terkejut mendengar perkataan anjing tersebut.Dia menunduk malu, dan segera meminta maaf kepada si anjing. Diajaknya anjing tersebut bersahabat dan mengikuti perjalanannya, tetapi anjing itu menolak.Kemudian anjing itu berkata : "Engkau tidak mungkin bersahabat dan berjalan denganku, karena orang - orang yang memuliakanmu akan mencemooh kamu dan melempariku dengan batu.Aku juga tidak tahu mengapa mereka menganggap aku hina, padahal aku telah berserah diri kepada Penciptaku atas wujud ini. Lihatlah...Tidak ada yang aku bawa, bahkan sepotong tulang sebagai bekalku saja tidak. Sementara engkau masih membawa bekal sekantong gandum".

Kemudian anjing tersebut berlalu..Dari jauh Abu Yazid memandangi anjing tersebut, berjalan meninggalkannya.Tidak terasa air mata Abu Yazid menetes, dan ia berkata dalam ha$: "Ya Rabb, untuk berjalan dng seekor anjing ciptaan-Mu saja aku merasa tidak pantasBagaimana aku bisa pantas berjalan dengan-Mu?Ampunilah aku, sucikanlah najis di dalam kalbuku ini...".

Masya Allah...

- Jangan pernah MERASA LEBIH MULIA dar ipada seluruh ciptaan Allah.

- Jangan pula merasa lebih baik, lebih terhomat daripada orang lain, karena Allah melihat kalbumu bukan penampilan fisik dan lahirmu.

- Kebaikan hati tidak perlu diungkapkan, Allah Maha Mengetahui ketulusan dan keikhlasan kita.

- Tawadhu di dalam iman dan akhlak. Bening hati dengan dzikrullah & qiyamul lail

Semoga Allah SWT menjadikan kalbu kita bening dan bersih dari segala kotoran, penyakit lahir dan bathin sehingga tidak mau setitik pun menilai, mencela dan membuli orang lain, siapa pun dia.

   
Penulis : Tubari
Jabatan : Redaktur
Sumber : -
   

  Design Web & Script Program : Yoanna Moenir Saragi