Politik Share articles in social media :
 

KPK Degradasi Diri Sendiri

Photo
 

POL Publikasi Online - Bekasi, 17 September 2016
Hari ini masyarakat disuguhi berita oleh media elektronik tentang “Tangkap Tangan” atas diri Irman Gusman ketua DPD-RI. Dalam keterangannya KPK menyebutkan bahwa Irman Gusman ditangkap sehubungan suap terhadap dirinya untuk memuluskan import gula. Turut juga ditangkap orang yang diduga memberi suap yakni direktur sebuah perusahaan beserta istrinya. Uang sebear Rp. 100 juta disita sebagai barang bukti.

Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap KPK yang dalam kepengurusan yang masih relative baru telah banyak melakukan penindakan terhadap pelaku suap dan korupsi, saya dan tentu masyarakat akan menjadi heran karena ketentuan awal KPK hanya mengurusi korupsi yang besarnya 1 milyard atau lebih telah terabaikan. KPK telah menurunkan derajatnya dengan mengurusi penyimpangan bernilai ratusan juta rupiah. Sementara di sisi lain, pengurus KPK yang baru ini telah mendengung dengungkan jalinan kerjasama dengan kepolisian dan kejaksaaan dalam usaha memberantas korupsi.

Saya tidak yakin kalau proses tangkap tangan adalah sebuah moment kebetulan dan seketika. Mestinya proses tangkap tangan ini didahului dengan proses “nguping alias sadap”, intai baru lakukan tangkap tangan ketika momentnya tepat. Kalau demikian, selama proses sebelum tangkap tangan tentu sudah bisa dinilai bahwa kasus ini termasuk “teri” yang bisa dilimpakan kepada kepolisian atau kejaksaan. Karena itu tidak dilakukan, akan muncul pertanyaan, apakah kerjasama yang dicanangkan hanyalah sebuah lips servis sementara iklim saling percaya belum tumbuh. Jangan jangan sudah pula pernah terjadi pelimpahan penyelidikan atas sebuah kasus namun tidak berujung seperti yang KPK harapkan. Pertanyaan seperti ini akan muncul bila kejadian yang sama berulang kembali, yakni KPK ikut menangkap teri karena tak mau dan tak mampu menangkap kakap. Kalau begitu, akan kah KPK hanya menjadi hiasan bagi perjuangan memberantas korupsi yang sama sama diakui sebagai extra ordinary crime? Atau kasus ini memang melibatkan bermilyard rupiah yang masih akan diungkap kemudian. Kita tunggu saja nanti !


   
Penulis : Drs. Rudy Marodjahan Saragi
Jabatan : Pemimpin Redaksi
Sumber :