Politik Share articles in social media :
 

Surat Terbuka Denny Siregar
Untuk Amien Rais,
"GAGAL MANING, PAK AMIEN"

Photo
 

POL Publikasi Online - Bekasi, 22 September 2016
Dikutip dari : Portal News Indonesia 22 Sept 3016 http://www.posnesia.com/jakarta/surat-terbuka-denny-siregar-untuk-amien-rais-gagal-maning-pak-amien.html

Rencana pemerintah untuk menganugrahkan gelar pahlawan nasional pada mantan Presiden RI IV KH Abdurachman Wahid (Gus Dur) sampai juga ke pengamat SOSMED Denny Siregar

Mendengar berita tersebut , Denny Siregar senang sekali karena almarhum Gus Dur merupakan sosok yang di kaguminya selama ini. Saat itu juga dia Teringat nama Amien Rais, dan kemudian dia menuliskan surat terbuka untuk Amien.

Berikut isi Surat terbuka “Denny Siregar” buat Amien rais yang di posting di akun Facebook Denny Siregar:

Gagal Maning, Pak Amien

Apa kabar, pak Amien Rais?

Sehat-sehat saja, kan pak, semoga begitu adanya.

Ketika membaca Gus Dur diberi penghargaan sebagai pahlawan nasional, tiba - tiba teringat bapak. Saya dulu sempat mengagumi bapak, apalagi pasca reformasi dimana tidak banyak tokoh yang bersuara frontal menembus kebekuan suasana feodal yang di wariskan pak Harto. Saya ingat sekali waktu saya sering ke Gramedia, kebiasaan baca komik gratis sampe rela berdiri berjam-jam, saya melihat ada komik berwarna dengan judul “Amien Rais, sang lokomotif reformasi”. Gambarnya, kalau gak salah, pak amien berdiri di depan lokomotif. Itu mungkin komik politik pertama yg saya baca.

Pendidikan bapak yang sampai meraih gelar doktor di Amerika, makin menambah kekaguman saya. “Ini orang pintar” begitu kekaguman saya sambil tersenyum kepada seorang SPG gramedia yang melirik judes karena sering melihat saya baca buku disana tanpa pernah membeli apa-apa.

Saya dulu berfikir bapak yang akan jadi Presiden negeri ini, sesudah pak Habibie tidak lagi menjabat. Tapi nyatanya bapak mundur tidak ikut Pilpres yang waktu itu pemilihannya masih melalui dewan. Ah, ternyata karena kursi PAN waktu itu sangat sedikit, sehingga bapak tidak berani mencalonkan diri.

Kerasnya pertarungan di dewan yang kursinya di monopoli