Hukum & Kriminal Share articles in social media :
 

Developper Beli Tanah Rakyat Tak Mau Bayar Rakyat diPingpong tak Jelas Arah

Photo
 

POL Publikasi Online - Kamis, 19 Oktober 2017
Bekasi, POL-Publikasi Online -

Ibu Anil binti Sawal (58Th) warga Desa Wangunharja Kecamatan Cikarang utara Kabupaten Bekasi telah menjadi korban perbuatan PT. AND Perusahaan Pengembang Perumahan yang terbilang elit berdomisili di Cikarang Bekasi. Hampir setahun lalu Ibu Anil telah setuju menjual tanahnya yang terletak di Kampung Paketingan Desa Bojongsari Kecamatan Kedungwaringin kepada PT AND seluas 800 meter per segi. Dan untuk itu dia telah menerima "uang panjar sebesar Rp. 26.000.000.- (Dua Puluh Enam Juta Rupiah) yang disebut sebagai 10 persen dari hargajual yang sisepakati.Ibu Anil telah menyerahkan girik tanahnya seluas 5112 mtr persegi dengan alas an untuk pengurusan legalitas jual beli.. Proses Jual Beli yang dilakukan lewat perantara (Calo) kini menjadi kisruh karena pelunasannya sesuai janji belum juga terwujud sampai hamper satu tahun berlalu.. Wartawan POL yang mendapat informasi ini langsung dari Ibu Anil berusaha menelusuri permasalahan dengan meminta keterangan dari berbagai pihak yang terlibat dalam proses jual beli ini.

Kepala Desa Bojongsari Wahyudin Permana di kediamnya (01/10) mengatakan, "Kasihan Bu Anil ini proses jual beli hanya 800 M2 saja harus terlunta-lunta pelunasannya. Padahal sejak proses awal penjualan, datang ke saya atas nama pembeli ke saya minta dibuatkan surat-surat konversinya lengkap atas nama Anih/Anil Binti Sawal dan saya layani. Permintaan pihak perwakilan pengembang yaitu Pak' Badrun untuk mendapatkan persyaratan persyaratan Balik Nama, peralihan atau pelepasanhak antara Bu Anil dan pihak PT. AND sesuai kesepakatan jual beli seperti biasanya, telah saya penuhi", Ucap pak Kades.

Hal senada di benarkan mantan Sekdes Bojongsari Nakim Irwansyah yang terlibat dalam proses jual beli ini. "Saya dengan bekerja sama Pak Kades sudah memberikan kePak Badru surat-surat konversinya lengkap sampai ke biodata administrasi kependudukan Bu Anil sekeluarga. Ssaya heran, Kok bias terbengkalai begini", imbuhnya.

PT. AND yang diwakili salah seorang dari Tim Managmennya bersama Yati menjelaskan di ruang kerjanya bahwa perusahaan belum menerima berkas kelaengakapan persyaratan untuk menuntaskan proses jual beli ini. " Sebaiknya bapak urus langsung surat-surat konversinya untuk melengkapi proses PH nya. Kalau menunggu Pak Badrun prosesnya pasti lama dan tidak jelas. Saya saja sudah bosan menannyakan ke beliau jelasnya tegas.>

Kemudian Wartawan POL diarahkan ke Divisi Legal Perusahaan. Disana adas petugas bernama Elsa, menganjurkan agar pihak penjual membawa blanko kosong untuk ditanda tangani oleh Kepala Desa berupa Keterangan Tidask Sengketa,Surat Keterangan Riwayat Tanah, Surat Keterangan KEpala Desa, Blanko Ipeda, IPEDA dan Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah (SEPORADIK). "Cukup Tanda Tangan dan stempel. Saya yang isi", kata Elsa. Hal ini telah dilaksanakan oleh pihak Ibu Anil. Namun belakangan ada informasi lewat WA bahwa berkas yang diberikannya dikurangi oleh orang desa. Ketika kemudian dihubungi kembali, WA nya sudah tidak aktip.

Menurut penilaian Redaksi POL, penjelasan ini adalah dalih untuk menghindar dari kewajiban. Badrun yang disebut oleh Kades Bojongsari Wahyudin sebagai mewakili pembeli/perusahaan seharusnya menjadi urusan perusahaan. Bukan malah membebankan urusan ini kepada pihak penjual. Keinginan wartawan POL untuk bertemu dengan pimpinan PT AND dijawab lewat Whatsapp bahwa "Bigbis" sedang keluar negeri. Untuk mendapat penjelasan yang akurat dan pasti Redaksi POL telah melayangkan sebuah surat permohonan konfirmasi kepada Direktur Utama PT AND.


   
Penulis : ***
Jabatan : -
Sumber :